Chapter 41

1721 Kata

Davika tengah sibuk berkutat di dapur. Rambutnya dicepol ke atas agar tak mengganggu kegiatannya saat ini. Dia sedang menyiapkan bahan – bahan untuk memasak sarapannya ketika bunyi bel terdengar. Gadis itu menatap pintu apartemennya lalu segera membasuh tangannya di wastafel. Bunyi bel yang terdengar sampai berkali – kali membuatnya berdecak pelan. Dia sudah tahu siapa yang berdiri di luar pintu apartemennya. Siapa lagi kalau bukan Emily. Tidak ada yang membunyikan bel sampai berkali – kali bagai kesetanan seperti cewek itu. “Sebentar!” teriak Davika sembari berjalan menuju pintu. “Apa, sih? Pagi – pagi sudah ngerecokin?” tanyanya kesal sembari membuka pintu. Walaupun tak tahu artinya, Emily tahu itu merupakan ungkapan kesal dari Davika. Bagaimana tidak tahu, hampir setiap pagi dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN