Davika keluar dari mobil. Dia tidak pernah sekalipun merasa mabuk sehabis melakukan perjalanan jauh dengan mobil, tapi kali ini rasanya dia ingin segera mengeluarkan isi perutnya. Gadis itu terbungkuk – bungkuk berjalan seraya memeluk perutnya sendiri. “Why you, Dav? [Kamu kenapa, Dav?]” tanya Emily yang paling pertama menyadari gelagat aneh Davika. “I have to go to the toilet, [Aku harus ke toilet,]” gumam Davika. Dia meninggalkan Emily serta teman – temannya yang sibuk menurunkan barang dari mobil dan menghampiri seorang wanita yang sepertinya penanggung jawab panti asuhan itu. “Good afternoon, Mother. [Selamat siang, Ibu.]” sapanya dengan wajah menahan sesuatu. “Where is the toilet? [Toiletnya ada di mana, ya?]” “Noon. Please come in. The orphans inside will show you the to

