Chapter 36

1629 Kata

Davika menatap langit di ufuk barat dari balkon rumahnya. Matahari yang telah tenggelam masih menyisakan warna orange yang indah di langit barat. Dia mengusap air yang mengalir dari sudut matanya dan menatap layar ponselnya yang menampakkan sebuah gambar bangunan besar yang terlihat tua namun megah. Davika tidak menyangka, keadaannya kembali seperti dulu lagi, malah makin memburuk. Saat pulang dari taman tadi, sesak kembali datang menyergapnya. Namun, Davika beruntung karena dia masih bisa mengendalikan dirinya. Sesampainya di rumah, dia kembali mengonsumsi obatnya dan keadaannya perlahan - lahan membaik. Dia tak ingin menyentuh obat itu lagi, namun keadaan memaksanya untuk melakukan itu. Kini, bahagianya yang terasa sangat singkat telah berakhir. Dia kembali tenggelam dalam kesepia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN