Chapter 35

1247 Kata

Davika menatap tembok pagar putih yang menjulang di hadapannya. Dia menarik napas panjang-panjang dan menghembusnya pelan-pelan seraya menaiki tangga kayu lalu menyebrang ke rumah Kasya. Kakinya melangkah pelan, antara ragu dan siap menghampiri pintu rumah Kasya yang tertutup rapat. Tangannya melayang sejenak di udara sebelum akhirnya dia memantapkan diri untuk mengetuk pintu bercat putih itu. Jantungnya berdetak kencang ketika suara Kasya terdengar dari dalam. “Davika?” lirih Kasya ketika melihat Davika berdiri di depan pintu rumahnya. Mata gadis itu bergulir turun, menatap tangan kiri Davika yang masih diperban. Rasa paniknya muncul hingga gadis itu tak sadar memegang pergelangan Davika yang luka. “Astaga, Dav! Kok, kamu bisa - bisanya ngelakuin hal itu, sih! Aku sampai takut banget pas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN