Chapter 28

1356 Kata

Tak terasa, waktu pengumuman kelulusan telah tiba. Para siswa kini berkumpul di aula dengan raut wajah tegang menunggu waktu pengumuman. Mereka berpegangan tangan, berusaha saling menguatkan. Kepala sekolah dan beberapa guru belum muncul dari kantor. Mata para siswa senantiasa menoleh ke pintu itu, antara takut dan tidak sabar menunggu kemunculan Kepala Sekolah dan guru. “Aku benar-benar tegang,” ucap Davika menarik napas panjang. “Aku juga,” timpal Yeri. Udara terasa panas di dalam aula karena mereka bersesakan di dalam, ditambah lagi karena mereka sedang merasa deg-degan. Bulir-bulir keringat Davika mengucur dari keningnya turun ke dagunya. Melihat itu, Viko mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap kening Davika lalu dagu gadis itu. Davika sempat mematung. Walaupun mereka sudah ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN