Sejak malam itu, Viko makin sering menelepon Davika. Gadis itu bahkan membuat sosial media agar mereka mudah berkomunikasi dibandingkan lewat telepon biasa yang menghabiskan banyak pulsa. Tak bertemu selama dua tahun membuat Davika tak kehabisan topik ketika ngobrol dengan Viko. Dunia perkuliahan masing – masing, kehidupan Davika di Sidney, keadaan teman – teman mereka di Jakarta dan masih banyak hal. Viko juga menceritakan lengkap mengapa dia putus dengan Kasya. Waktu itu, sejak Riko tahu masalah mereka bertiga di situlah dia baru sadar akan perasaannya pada Davika. Viko memendam itu sendirian hingga beberapa bulan dan akhirnya tak tahan lagi. Dia mengakui itu di depan Kasya dan gadis itu berusaha ikhlas untuk melepasnya. Kedengarannya jahat memang. Ketakutan Kasya akhirnya nyata, bahk

