Sungguh Terpaksa

1013 Kata

Dengan susah payah, Hanan mengangkat tubuh Bu Ratih ke pembaringan. Kini ia berbaring di sebelah cucunya yang masih menangis. Sekuat tenaga Bu Ratih menahan diri agar tidak merintih. Rasa ibanya pada Hanan yang nampak sibuk seorang diri benar-benar meluluh lantahkan kebenciannya pada Malilah. Bu Ratih bahkan berdoa di dalam hati semoga ada keajaiban untuknya malam ini. Ia berharap Malilah tiba-tiba muncul kembali. Sementara itu, Hanan berusaha terus memasukkan ASI sedikit demi sedikit dengan sendok ke mulut putrinya. Berulang kali ekor matanya melirik Sang Ibu yang nampak menahan rasa sakit yang teramat sangat. Berulang kali Hanan mengembuskan napas berat sambil menyuapi Arumi. Rasa sayang, iba, bingung, dan ingin marah pada Sang Ibu tengah bertarung sengit di dalam benaknya. Namun, ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN