Benar-Benar Pergi

1057 Kata

"Bukan apa-apa, Ma! Mama masuk saja dulu, aku takut terjadi sesuatu pada Arumi di dalam, keadaan dan pikiran Malilah sedang kalut, Ma," bisik Hanan berusaha supaya ibunya masuk. Kebetulan sekali terdengar suara Arumi menangis dari dalam. Mendengar tangisan Arumi, Bu Ratih langsung khawatir. Seketika ia lupa pada semua yang baru saja terjadi di depan matanya. Ia pun menurut dan meninggalkan mereka di luar, walau hatinya was-was mereka bertiga kembali mengeroyok Hanan. Tapi, ia juga kepikiran takut terjadi apa-apa pada cucunya karena kondisi Malilah sedang kusut. "Dengar, Bu. Aku janji akan melunasi pegadaian ibu, asal ibu jangan berbicara apa-apa soal kalung dan gelang ibu saat ini, karena kalau Mama tahu, ia pasti melarang. Aku pasti melunasinya. Tapi bukan sekarang. Bukankah ini belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN