Pertemuan

1325 Kata

Di luar kamar, Pak Irman bergegas membuka pintu. "Mana Fanianya, Han?" tanya Pak Irman begitu melihat Hanan berdiri dengan mata sayup, karena kurang tidur. "Fania ... masih di rumah sakit menemani Mama. Mama mungkin perlu dirawat sekitar dua hari lagi." "Pintar juga kamu jadi suami. Giliran mamamu yang sakit, anakku dia ajak buat jagain. Giliran mamamu sehat, anakku dibentak-bentak, disindir-sindir, dimarah-marahin sampe anakku gak tahan!" sindir Pak Irman dengan nada sinis. Hanan memilih mengekori langkah Pak Irman tanpa menanggapi ucapannya. "Bagaimana keadaan Arumi, Pa?" tanya Hanan cemas. Sementara ia menulikan telinga atas anggapan Bapak mertua terhadap sikapnya selama ini. "Liat sendiri saja di kamar!" ucap Pak Irman singkat. Hanan tak sabar ingin menemui Arumi. Ia langsung men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN