Chapter 62

2289 Kata

Rifan seperti sudah lupa dengan segalanya saat seseorang memberitahu jika istrinya masuk rumah sakit. Tak ingat kondisi jika dirinya kini sedang mengikuti rapat bulanan. Dia seketika berlari ke luar di saat rapat itu masih berlangsung. Wajah Rifan begitu pucat dengan jantung berdegup cepat. Rasa khawatirnya pada sang istri mampu membuat pikirannya menjadi buntu. “Fan, antum mau ke mana?” Dengan napas ngos-ngosan Irwan bersyukur masih bisa mengejar Rifan yang tiba-tiba lari ke luar gerbang yayasan dan berlari menelusuri jalan raya yang sedang padat-padatnya. “Husna di rumah sakit, Wan. Dia tiba-tiba pingsan, katanya.” Irwan terkejut, tetapi dia bisa menguasai keterkejutannya. “Terus antum akan menyusulnya dengan berlari menggunakan kaki? Rumah sakit lumayan jauh dari sini.” “Astaghf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN