“Nyonya Husna harus segera mendapatkan pendonor untuk ginjalnya.” Dunia Rifan rasanya akan runtuh saat mendapati sang istri memiliki penyakit yang serius. Pendonor ginjal? Dari mana dia mendapatkannya? Ke mana dia harus mencarinya? Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ’aliyyil ‘adziim... Rifan mengambil napas yang dalam, sebelum dirinya kembali masuk ke kamar pasien istrinya. Mencoba mengembalikan mimik wajahnya agar yang bahagia, dan menekan semua gemuruh d**a yang menyesakkan. “Assalamu’alaikum.” Husna yang masih asik mengobrol dengan Caroline, seketika mengalihkan pandangannya ke arah pintu seraya membalas salam suaminya “Gimana, Mas? Apa kata dokter?” tanya Husna langsung penasaran. Rifan tidak menjawab, dia malah menjawil hidung sang istri, lalu mengelusnya. “Kamu baik-

