“Sudah kenyang, Mas,” keluh Husna saat suaminya terus-terusan menyodorkan satu sendok makanan ke depan mulutnya. Rifan tersenyum. “Baiklah,” ucapnya seraya menyuapkan makanan itu ke mulutnya sendiri. “Minum dulu, Dek.” Setelah selesai meladeni istrinya, Rifan melanjutkan memakan makanan sisa wangi itu sampai habis. “Mas, itu makanan sisa aku. Kenapa dimakan?” “Selain sayang jika makanannya dibuang, makanan sisa kamu itu rasanya gak duanya. Selalu lezat dan nikmat.” “Boong banget.” “Mas gak bohong, Sayang. Ya, mungkin jika itu orang lain, Mas gak akan melakukan itu. Ada pepatah mengatakan jika cinta sudah bertindak, t**i ayam pun terasa seperti coklat.” Husna sontak tergelak, bersyukur banget memiliki suami yang selalu bisa membuat hati istrinya terus tertawa, itu adalah sebua

