Chapter 10

1588 Kata

“Jadi bagaimana, Ning? Apa kamu menerima lamaran Gus Rifan?” tanya Fakhri dengan sikap lembut dan tenangnya—seperti biasa. Fakhri adalah seorang gus juga mantan pemimpin sebuah perusahaan yang cukup besar. Meski tindakannya selalu tenang dan lembut, tetap saja ada aura yang membuat semua orang segan padanya. Mungkin aura dari sikap pemimpinnya masih melekat, bahkan untuk Arfan (ayah Rifan) yang sekarang menjadi pemimpin pesantren Az-Zamil ini. Ruang tamu rumah Fakhri yang hanya diisi oleh keluarganya, keluarga dari adiknya, juga sang ibu (Bu Nyai) yang duduk di kursi roda, untuk seketika menjadi hening, menunggu dengan sabar suara yang akan keluar dari bibir seorang gadis yang saat ini tengah dilamar secara resmi di depan kedua keluarga. Husna yang sedari tadi duduk di samping sang ib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN