Chapter 9

1200 Kata

“Mbak Zizi, lihatlah suami Mbak! Pengen ditabok tuh.” Setelah kejadian di mana Rifan mengajaknya menikah dan ternyata kakak keduanya itu menguping pembicaraan mereka. Pria itu terus saja mengolok-oloknya dengan syair-syair yang ada dalam syarah kitab Alfiyah. Seperti saat ini, ketika dia menelepon kakak iparnya karena kangen dengan ponakannya, pria itu tiba-tiba menghampiri sambil melantunkan nadzom syarah Ibnu Aqil itu. “Mas!” tegur Zia seraya menatap suaminya. Pasalnya dia juga ikut kesal dengan keusilan sang suami yang tidak ada habisnya pada adik iparnya itu. Zia sangat mengerti dan bisa merasakan kekesalan Husna karena dia pun terkadang ada di posisi itu—saat dirinya dikerjain sama Zihad (salah satu kakak kembarnya yang sampai saat ini belum menikah). “Apa sih, Ibu? Melotot-melotot

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN