Seorang gadis belia berseragam putih biru berjalan dengan begitu tergesa. Wajahnya yang putih sedikit kemerahan akibat terpapar sinar matahari, atau ... mungkin karena dia sedang marah. “Mas Rifan!” teriaknya dengan wajah yang masih setia cemberut. Irwan yang saat itu sedang bertamu ke rumah temannya di kompleks pesantren Az-Zamil, langsung menoleh ke asal suara dan memperlihatkan gerak-gerik sang gadis. “Fan, ada yang panggil tuh,” celetuknya. Irwan adalah teman Rifan yang sama-sama menjadi santri senior di pondok pesantren yang ada di kota Pasuruan, Jawa Timur. Mereka kebetulan tengah libur di pesantren dan Irwan ditawari Rifan untuk ikut berkunjung ke rumahnya. “Mas Rifan!” Kembali teriakan gadis itu terdengar, bahkan sekarang disertai nada seperti akan menangis. Rifan mengam

