Sudah ke berapa kalinya Husna mengambil napas dan membuangnya dengan perlahan. Ini hari pertama dirinya masuk kuliah, dan entah kenapa tiba-tiba membuatnya merasa gugup. Rifan yang mengerti kegugupan sang istri, hanya tersenyum maklum. “Ayo, Dek. Mas antar sampai kelas. Mau Mas titipkan juga sama Mr Louis-nya?” godanya setelah mereka sudah di depan pintu gedung tinggi yang tegak dan gagah bertuliskan ‘Ecole Nationale Superieure des Arts Decoratifs’ atau sering disebut ENSAD. “Aku sedang gugup Mas, kenapa malah digodain?” keluh Husna. Tidak ada nada protes atau merajuk seperti biasanya, dan itu menunjukkan jika Husna benar-benar merasa gugup. Rifan menarik tangan sang istri agar mereka saling berhadapan. Lalu mengelus pundak wanita itu berharap bisa menyalurkan ketenangan. “Mas menger

