Rifan terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Hatinya merasa jika ada seseorang yang tengah memerhatikan dirinya dan sang istri. “Kenapa, Mas? Lagi cari siapa?” tanya Husna menyadari kelakuan suaminya. Rifan menatap Husna, lalu tersenyum sambil menggeleng. “Tidak! Mas hanya sedang mencari tukang bakwan. Tiba-tiba aja Mas ingin bakso khas kota kita tercinta itu.” Husna berdecak geli. “Apaan sih, Mas? Ngaco. Mana ada bakso Malang di sini?” “Hehe, iya juga, ya.” Husna memberikan satu botol air mineral. “Minum dulu, Mas, agar kembali fokus.” Rifan tertawa mendengar sindiran istrinya, dia menerimanya dan berjongkok sambil membuka tutup botol itu, membaca basmalah kemudian menyedotnya air itu melalui sedotan. “Sepertinya karena Mas sudah merasa lapar, Dek. Jadi mau makan di man

