Chapter 51

2290 Kata

“Kalau bukan Mas Syafiq, siapa, Mas? Kok gak sopan gitu pencet belnya.” “Mas juga tidak tahu,” jawab Rifan, tetapi dia seketika termenung. Perasaannya mengatakan jika tamu itu adalah Maya. “Terus gimana ini, Mas? Buka apa jangan? Aku takut itu orang jahat.” Rifan tersenyum. “Ayo kita coba lihat sama-sama!” ajaknya yang langsung disetujui oleh Husna. Saat keduanya sudah hampir di pintu, samar-samar terdengar suara seorang perempuan yang terus memanggil Rifan. “Mas Rifan! Buka pintunya! Aku mau bicara. Buka pintunya!” Sontak saja langkah Husna terhenti, kepalanya menoleh ke samping dan menatap suaminya yang sama-sama tengah memandangnya. “Di—dia mencarimu, Mas.” Air muka Husna berubah seketika. Yang tadinya sudah hangat dan ramah kepada Rifan, kini kembali dingin dan datar. Setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN