Chapter 50

1820 Kata

“Engh!” Husna yang merasakan oksigennya semakin menipis, langsung terbangun. Saat matanya terbuka, yang pertama dia lihat ada wajah sebagian wajah sang suami yang ternyata tengah menempel di wajahnya. Husna menepuk pelan pundak yang begitu dekat dengan tubuhnya. “Mmmph!” Akhirnya ..., sumber oksigennya kini sudah tidak tersumbat lagi, dan itu dimanfaatkan Husna untuk mengambil udara sebanyak mungkin. “Mas, lagi ngapain?” Husna menatap suaminya dengan alis menekuk—bingung. Masih menikmati wajah Husna bangun tidur, Rifan malah terdiam dan tidak menjawab. “Mas, ih. Kok ditanya malah diam?!” Rifan akhirnya menatap manik sang istri, lalu tersenyum. Dikecupnya kening wanita itu sambil tak lupa melantunkan sebuah do’a yang biasanya dia bacakan. “Kamu tanya apa?” “Kok, malah balik na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN