Chapter 49

1508 Kata

Maya berjalan ke arah kamar rawat inap neneknya dengan setengah berlari, wajahnya yang sudah berwarna merah padam, serta napasnya yang terus menderu menandakan jika perempuan itu tengah marah—amat sangat marah. Dia tidak menyangka jika Caroline, sahabat yang sudah dia sangat percayai, ternyata mampu mengkhianati dan membohongi dirinya hanya karena permintaan lelaki bernama Irwan agar dirinya tidak lagi mengejar Rifan. Maya sangat marah, dan merasa terlah tertipu oleh perempuan itu yang sengaja mengirimkan dirinya ke rumah Arabela hanya karena agar Rifan bisa menjelaskan dan membeberkan semua kejadian yang sebenarnya terjadi yang menimpa dirinya kepada sang nenek. Dalam sekali bantingan, pintu rawat inap neneknya seketika terbuka disertai suara yang cukup keras dan membuat semua orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN