Chapter 48

1279 Kata

“Permisi, kamar rawat inap atas nama Nyonya Glory pasien penyakit jantung, di mana ya?” tanya Rifan kepada salah satu pegawai rumah sakit yang duduk di belakang meja resepsionis. Bisa-bisanya dia lupa bertanya pada Irwan, dan saat kembali dihubungi, ponsel pria itu malah tidak aktif. “Mohon tunggu sebentar, Tuan,” sahut resepsionis itu sopan. Rifan menunggu beberapa saat dengan sabar, sebelum akhirnya resepsionis itu menemukan nomor kamarnya. “Merci!” Rifan sedikit menundukkan kepalanya pertanda sebuah kesopanan, lalu pergi menuju kamar di mana wanita tua yang menjadi tetangganya itu berada. Ya, setelah melaksanakan shalat, Irwan kembali menghubunginya dan menyampaikan pesan Nyonya Glory yang katanya ingin bertemu dengannya. Sebenarnya dia belum siap untuk berhadapan dengan wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN