Chapter 47

1150 Kata

Sudah dua hari sikap Husna masih belum mencair terhadap Rifan. Meski pria itu sudah melakukan berbagai usaha agar sang istri memaafkan dan mendengar semua penjelasannya. Wanita itu bahkan menolak ajakannya untuk diperiksa ke rumah sakit padahal kondisi sakit di perutnya sampai sekarang masih belum menghilang. Bingung serta khawatir, tetapi Rifan tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan berdo’a. Ingin sekali dia memaksa Husna, tetapi lagi-lagi dia tidak kuasa dan takut jika sang istri akan semakin membencinya. Ya, katakanlah dia memang sangat pengecut. “Sayang, ayo kita periksa. Kamu sudah dua hari seperti ini? Mas sangat khawatir,” bujuk Rifan untuk ke sekian kalinya. Dia benar-benar tidak tahan melihat wanita itu terus merintih seraya memegang perutnya. “Aku akan baik-baik saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN