Juara menaikkan sebelah alisnya memerhatikan perempuan hamil itu malah terbengong-bengong setelah melihat wajahnya. “Kenapa dengan perempuan itu? Kenapa dia berubah sawan?” Ajudan yang masih banyak memar di wajahnya itu—karya bos didepannya ini- seketika ikut menoleh, keningnya berkerut seakan merasa tidak asing dengan wajah perempuan itu. “Sepertinya dia temannya Non Husna, Bos.” Wajah Juara semakin memberengut seakan tengah mencari kepastian. “Tapi, selama ini Mas Rifan tidak pernah bercerita jika Husna memiliki teman yang sedang hamil, kecuali....” “Ah, si Ontohod!” pekik Juara serata menggebrak meja. Membuat ajudan itu kembali memasang siku-siku, takut-takut jika bosnya ini kembali menendangnya. Nasib, memang nasiiiib! Kesalahannya hanya satu kali yaitu lalai dalam menjaga, tet

