Chapter 70

2577 Kata

Enam bulan kemudian. “Alhamdulillah, beres.” Husna menggeliat seraya tersenyum penuh bahagia, melihat hasil dari coretan pensilnya yang hari ini akan diberikan pada dosennya di kampus. Seketika matanya tertutup saat aroma makanan yang begitu lezat tercium oleh hidungnya. Dia buru-buru membereskan semua keperluan kuliahnya juga keperluan sang suami untuk bekerja, lalu pergi ke dapur. “Mas, masak apa? Harum banget aromanya,” ucap Husna seraya menaruh tas miliknya juga sang suami di kursi meja makan, lalu menghampiri lelaki itu yang masih berkutat di depan kompor. “Shobahal khoir, kekasih tampannya aku,” sapa Husna seraya bergelayut manja di tubuh suaminya. Rifan tersenyum, mendekatkan bibirnya ke arah kepala sang istri dan mengecupnya sedikit lama. Lalu beralih ke hidung pipi dan ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN