Fahmi terus tertawa melihat Juara yang agak kelimpungan dengan sikap perempuan hamil yang bernama Maya itu. Perempuan yang tadinya terobsesi pada Rifan, kini malah secara terang-terangan mengejar Juara. “Gimana rasanya dikejar-kejar Wewe Gombel, Jey? Hahaha.” Juara menatap kesal pada adik sepupunya yang jelas-jelas sedang meledeknya. Dasar si tukang pemancing emosi. “Jangan galak-galak sama dia, Jey. Kasihan, niat dia tuh mulia yaitu untuk mencari sosok ayah untuk anaknya yang sedang dia kandung. Lagian, siapa tahu jika lu memang berjodoh sama dia.” “Sialan!” Juara menendang tulang kering Fahmi dan dalam sekejap mereka berantem baku hantam. Saling menendang, meninju dan bertumpang tindih. “Jey, ambilkan samurai Papi di rumah, sekarang!” Juara yang sedang beradu tinju dengan Fah

