Chapter 21

2168 Kata

Setelah mencari rumah sewaan yang cocok, akhirnya pukul 19.00 UTC Rifan dan Husna menemukan rumah yang lumayan cocok dengan selera dan kantong mereka, dan yang terpenting dekat dengan kampus Husna. “Gak papa, Dek, apart-nya cukup kecil?” tanya Rifan kembali setelah mereka melakukan pembayaran administrasi. Ya, setelah melihat-lihat, mereka langsung sepakat dan menyewa rumah bersusun atau disebut dengan apartemen itu. Husna yang sedang melihat-lihat lokasi dapur, seketika membalikkan badannya, menatap sang suami dengan senyuman manisnya. “Kecil gimana, Mas? Emang Mas mau rumahnya sebesar apa? Kita hanya tinggal berdua dan itu sudah lebih dari cukup, untukku.” Mata Husna kembali mengelilingi setiap sudut rumah yang baru saja disewanya. “Malah, itu cukup membuat pekerjaan rumahku menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN