Chapter 43

1730 Kata

Husna menguap beberapa kali, tetapi dirinya tidak ada tanda-tanda untuk berhenti mengerjakan tugas kuliahnya membuat Rifan mengembuskan napasnya berkali-kali. “Tidur dulu, Dek. Istirahat. Nanti disambung lagi.” Dengan mata lelahnya, Husna menatap sang suami. “Tapi, tugasnya masih banyak, Mas. Aku ingin cepat-cepat menyelesaikannya biar liburan akhir semester nanti, bisa pulang ke Indonesia. Katanya, Mas Juara akan menikah. Aku ingin hadir di acaranya.” Rifan mengangguk mengerti. “Tapi, kamunya udah lelah begitu. Gimana mau ngerjain tugas, kalau ngetik aja banyak direvisi terus karena typo. Sini, Sayang.” Rifan menepuk pangkuannya agar wanita itu duduk di sana. Namun, Husna menggeleng. “Gak mau ah, Mas. Entar aku tambah ngantuk.” “Nurut, Sayang.” Husna cemberut, tetapi dia menurut j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN