Part 73

1580 Kata

Husna sejak tadi terus terpekur sambil berdiri di depan cermin. Menatap dirinya dalam balutan gamis lebar dengan aksen batik di beberapa bagian. Busana entah yang ke berapa kalinya yang dia buat dengan tangannya sendiri. Sedikit merasa seperti mimpi jika kini dia sudah ada di titik sekarang. Di mana dirinya sebentar lagi akan pulang ke kampung kelahirannya meninggalkan kota Paris—kota impian dengan sejuta pesona- yang ternyata membawa dirinya dalam kejutan-kejutan yang tidak pernah sekalipun terbayangkan olehnya. Kota Paris, salah satu washilah dirinya menjadi seorang istri dari pria yang selama ini sama sekali tak pernah terpikirkan akan menjadi suaminya. Lelaki yang tidak terbayang akan menjadi imam dalam biduk rumah tangganya yang kini selalu dia anggap sebagai salah satu anugerah A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN