Berdekatan dengan Akhyar dan memeluknya benar-benar membuat Clay merasa tenang luar biasa, begitu pula dengan Akhyar, berulang kali dia katakan bahwa dia menginginkan Clay menginap di apartemennya, atau bahkan tinggal bersamanya. Tentu saja bagi Clay permintaan Akhyar sangat berlebihan. Meski dekat, dia baru mengenal Akhyar, lagi pula, dia belum melapor ke keduaorangtuanya bahwasanya dia sedang berada di apartemen seseorang. Clay terbangun dari tidurnya, perlahan dia lepaskan tangan Akhyar yang memeluknya. Clay raih ponsel dari sakunya. "Hm ... jam enam." Clay langsung menghubungi mamanya. Kana : Oke. Mama langsung bilang ke Bang Robi untuk jemput kamu ya. Clay mengatakan bahwa dia sedang menjenguk Papa teman kerjanya yang sedang sakit dan tertidur di apartemen temannya. Clay tidak m

