“Ro? Kok lu malah diam?” “Put, kalau memang kita masih sahabat sebaiknya lu jangan terlalu ikut campur sama urusan hidup gue. Oke?” Hiro pun bangkit lalu langsung meninggalkan Putra yang tertegun mendengar apa yang baru saja dikatakannya. Hiro sangat membenci siapa saja yang memintanya melupakan Naurin. Hiro juga kini menjadi benci dengan orang-orang yang menganggapnya tidak waras. *** Hari sudah semakin sore, sudah waktunya Dira untuk pulang. Namun Dira masih harus duduk menunggu Satya di taman belakang kampus. Satya sedang berada di studio bersama dengan teman-temannya. Dira menunggunya karena Satya sudah berjanji mengantarkannya pulang. Sebenarnya Dira bisa pulang sendiri, tetapi dia tak ingin mendengar ocehan kakaknya jika mengetahui Dira tidak pulang diantar oleh Satya.

