“Mungkin memang seharusnya dari awal aku gak disini..” “Rin, gak usah ngomong gitu lagi ya..! Walau kamu gak ada disini pun perasaan aku sama kamu gak akan pernah pudar Rin!” tegas Hiro. Naurin tidak menjawab Hiro dan hanya berdiam diri menatap foto dirinya. Hiro pun tidak ingin mengatakan apa-apa lagi, pikiran dan perasaannya sudah cukup terganggu akhir-akhir ini. Hiro pun memilih untuk duduk mendampingi Naurin. Mereka duduk berdampingan tanpa ada yang saling mengeluarkan suara. *** Putra tiba di kampus. Dia memarkirkan motornya di tempat yang sudah disediakan lalu melepas helm dan jaket yang dikenakannya. “Putra senpai!” panggil Dira. Putra menoleh ke sumber suara. Dilihatnya Dira berjalan menghampirinya bersama dengan seorang lelaki muda yang belum dikenalnya. “Eh, kamu Ra!

