Hiro dan Naurin berjalan melewati pepohonan rindang yang berada di sekeliling lapangan kampus. Mereka berdua masih belum tahu akan pergi kemana. Mereka hanya mengikuti kemana saja kaki mereka melangkah. Hiro pun menghentikan langkahnya. Namun yang dia lihat bukanlah Naurin yang ada di depannya. Pandangannya tertuju pada seorang lelaki yang sedang mengecup bibir pasangannya. Hiro menyipitkan matanya melihat pada pasangan yang jauh di depannya. Lalu mata Hiro terbelalak setelah mengenali siapa mereka berdua. Mereka adalah Satya dan Dira. Satya sedang mengecup bibir Dira. “Hiro? Kamu lihat apa?” Naurin pun menoleh ke belakang dan melihat apa yang sedang dilihat oleh Hiro. “Itu… Dira??” tanya Naurin yang tak bisa menutupi keterkejutannya. Emosi Hiro mulai tersulut. Wajahnya memerah menahan

