Kinan berlari di sepanjang kooridor menuju pantry. Ia memegangi dadanya. Merasakan sesuatu yang aneh dalam hati. Entah perasaan apa. Yang jelas, kejadian di depan matanya tadi cukup membuat dadanya sesak. Kelebatan Damian yang dipeluk dan dicium perempuan cantik itu, terus saja berputar ulang di kepalanya. Tiba di pantry, gegas ia mengambil mug juga teh celup. Berharap dengan mengkonsumsi teh, membuat Kinan sedikit tenang. Kinan tertegun sesaat sambil memegangi mugnya. Pikirannya menerawang saat melihat wajah perempuan yang bermesraan dengan Damian tadi. Memorinya memutar ulang. Mengingat kembali kapan dan di mana mereka bertemu. Kinan merasa perempuan itu nampak tak asing. Namun, sekeras apapun ia mencoba, tetap saja ia tak mampu mengingat. “Tolong jangan berpikir yang tidak-ti

