Chapter 29 : Melangkah Bersama

1447 Kata

    "Sekarang kamu tahu kan siapa perempuan itu?" tanya Damian saat masuk mobil. Tepat saat Kinan duduk di depan kursi penumpang dan menutup pintu. Ia duduk dengan perasaan campur aduk yang sulit dijelaskan. Ada marah, sedih, kecewa, juga simpati. Semua bergumul menjadi satu. Kepala Damian merunduk di atas setir yang ia genggam kuat-kuat. Urat-urat di lehernya menonjol kentara. Kinan tahu, emosi sedang menguasai laki-laki bertubuh proporsional itu. Kinan bergeming.  Tak menjawab pernyataan dari Damian tadi. Dia malah memandangi tulang wajah laki-laki yang kini mengangkat kepala dengan napas yang tersengal. Susah payah mengaturnya sedemikian rupa. Tubuh Damian kemudian merebah ke belakang, bersender di kursi. Entah kenapa kini malah Kinan yang bersimpati pada laki-laki yang selalu terlih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN