Chapter 15 : Laki-Laki di Mata Kinan

1826 Kata

                  Damian keluar dari pintu basement. Melangkah ke arah Kinan yang sedang menunggu di samping mobil putih miliknya. Sambil berjalan, Damian merapihkan rambut belah sampingnya dengan jari berkali-kali. Rambut yang terlihat basah itu, rupanya baru saja diberi pomade saat Damian ke kamar mandi tadi. Kinan menatap Damian tanpa berkedip. Hatinya bertanya-tanya, kenapa ada mahluk Tuhan yang Maha Sempurna seperti Damian? Dari lekuk wajahnya yang tegas. Matanya yang tajam, juga badannya yang proporsional. Kinan segera menggeleng. Menyadari kekeliruannya. Damian tetaplah manusia yang tidak sempurna dengan karakter jelek yang dimilikinya. Andai dia tidak cepat marah, mungkin Damian bisa dikatakan sempurna seratus persen, atau bahkan lebih di mata Kinan. Damian bernilai seratus d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN