Tangan Damian dipegangi dua orang security dengan kuat. Ia sempat memberontak ketika dua orang bertubuh besar itu memeganginya. Matanya membelalak. Belum pernah Damian terlihat sangat murka seperti hari ini. Belum puas rasanya Damian memukuli laki-laki pendek dengan perut buncit yang wajahnya sudah babak belur di depannya. Amarahnya tak kunjung reda apalagi saat melihat Kinan yang menatapnya cemas sambil menangis. “Kenapa kamu diam saja, hah? Apa kau menikmati ketika tua bangka itu memeluk tubuhmu?” teriak Damian pada Kinan. Sambil menunjuk Pak Bima yang sedang dibantu sekretarisnya yang panik untuk bangun. Kinan menunduk. Tubuhnya masih gemetar hebat. Jantungnya berdetak cepat. Ia hanya mengunci bibir dan tak menyangkal soal apapun. Andai saja Damian tahu, jika alasan

