Chapter 17 : Anak Pungut

1799 Kata

    Kinan dan Damian sampai di kantor tepat di jam makan siang berakhir. Awalnya Damian meminta Kinan untuk pulang saja ke rumah. Namun, Kinan menolak dengan dalih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. “Kau ini bodoh atau bagaimana?” gertak Damian saat mereka keluar dari mobil yang di parkir di basement. “Kejadian tadi bukan hal sepele. Dan kamu menganggap semua yang terjadi hal biasa sampai tetap mau bekerja?” lanjut Damian dengan rasa kesal di d**a. Bagaimana bisa Kinan tetap tenang di kejadian yang menimpanya saat di resto tadi? ”Aku ingin kamu pulang dan ini perintah!” tegas Damian lagi. “Baik, Pak," jawab Kinan lemah. "Tapi sebelumnya saya ingin membereskan dulu barang-barang saya di kantor." Damian tak menjawab.  Berlalu meninggalkan Kinan yang berjalan di belakangnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN