Sore ini, jalanan kota Jakarta macet seperti biasa. Penuh dengan para pemilik kendaraan yang ingin sampai lebih dulu ke rumah masing-masing. Kinan masih terdiam di jok penumpang tanpa suara. Dia tak tahu harus membahas apa bersama atasannya itu. Tak mungkin jika membahas masalah pribadi, atau tentang kejadian tadi, saat Tuan Raka mendatangi kantor hanya untuk marah-marah padanya. Dia tahu bahwa suasana hati Damian pun sedang tak baik. Suasana hatinya pun sedang tak bagus karena kejadian di resto. Namun, dia tak mau berlarut dan meratapi apa yang terjadi padanya. Rasanya memang menyesakkan. Tapi, Kinan bisa dengan cepat mengatasinya. Mungkin jika itu terjadi pada perempuan lain, mereka akan terpuruk. Tidak bagi Kinan yang sudah mengalami kesakitan demi kesakitan dalam hidup. Kejadian-

