Chapter 19 : Healing

1883 Kata

    “Hayoh, loooh! Kak Kinan senyum-senyum sendiri ngelihatin Kak Dami.” Ara tiba-tiba saja menggoda Kinan yang terpaku dan fokus memerhatikan Damian sejak tadi. Gadis beranjak remaja itu memilih duduk di kursi besi sebelah Kinan sambil mengombang-ambingkan rambutnya yang panjang. Seolah memasang kode pada Kinan. “Sini! Kamu mau dikepangin Kak Kinan, kan?” tebak Kinan yang sudah tahu tujuan gadis pemilik senyum manis itu mendekatinya. Ara hanya menyeringai manja.  Biasanya, tiap kali Kinan datang, Kinan memang rutin mengepang rambut belakang Ara, yang jelas tak bisa dilakukannya sendiri. Ara menyukai itu. Ketika Kinan mengepang rambutnya, ia bisa berbincang banyak hal dengan sosok yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri. Tentang bagaimana kegiatannya di sekolah. Atau bercerita t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN