Kinan merebahkan diri. Memandangi langit-langit kamar. Buket yang diberi Damian tadi, ia ciumi harumnya berkali-kali sebelum diletakkan di atas meja kerja yang bisa berubah fungsi jadi apapun sesuai keperluan. Meja yang bisa berubah jadi tempat membaca buku, mengerjakan tugas kantor yang dikejar deadline saat masih bekerja sebagai editor, sampai dijadikan tempat untuk makan. Pikiran Kinan sebenarnya kalut jika memikirkan rentetan kejadian yang terjadi padanya belakangan ini. Tentang bentuk pelecehan laki-laki padanya. Tentang Ayahnya yang tiba-tiba saja datang dan menemukan kontrakannya. Ia khawatir jika suatu saat Ayahnya akan datang lagi dan memeras uang yang ia miliki. Atau bisa jadi, Ayahnya menemukan Ibu dan menyiksanya lagi karena dendamnya pada Kinan dan Ibu yang telah melap

