“Kamu siapa Anak Muda?” tanya Ayah Kinan dengan wajah masih merah namun lebih tenang. Damian membantu Ayah Kinan duduk bersender ke tembok pembatas balkon. “Kamu pacar anakku?” lanjutnya dengan asal. Damian hanya diam. Tidak menyangkal ataupun membenarkan. “Apa yang Anda inginkan dari Kinan?” tanya Damian kemudian. Dia tahu bahwa orang yang ingin melempar botol ke arah anaknya sendiri itu adalah Ayah Kinan. Saat akan pulang kantor tadi, Damian menemukan sebuah sapu tangan di dalam mobilnya. Ia menyadari bahwa sapu tangan bewarna merah muda itu milik Kinan yang tadi pagi menumpang mobilnya. Dia pun tak tahu kenapa harus dia sendiri yang datang dan mengembalikannya pada Kinan saat itu juga. Padahal bisa saja dia menunggu dan memberikannya besok saat di kantor. Kenapa harus sekarang?

