Chapter 12 : Ayah

1406 Kata

    Matahari condong ke barat bersiap pulang. Selesainya dari tempat kerja tadi, Kinan masih belum masuk ke dalam kontrakan. Ia berdiri di depan balkon menikmati semburat senja. Langit berwarna oranye selalu sukses membuat hatinya tenang, juga dihinggapi perasaan hangat yang hanya ia sendiri yang paham mendefinisikannya. Langit sore ini cerah dan indah. Apalagi jika di pandang dari atas kontrakan Kinan yang hampir mirip dengan rumah-rumah dataran tinggi di drama-drama Korea. Bedanya, teras balkon Kinan yang luas, dijadikan tempat menjemur baju-baju Bu Cindy. Tidak ada meja kayu lebar dan panjang, khusus untuk menghabiskan malam dengan menggelar acara barbeque bersama teman. Lantai balkon pun hanya disemen asal. Menciptakan banyak genangan ketika hujan turun. Tapi sudah cukup baginya sebag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN