Vance POV Kupalingkan muka, menghindari pandangan penuh arti dari Yue. Berkeringat dingin kala tangan kecil itu menahan tanganku yang coba kujauhkan darinya. "Mana anakku?" tanya Yue pelan, menunjukkan betapa lemahnya si cebol satu ini. "Itu... kakakku mengambilnya," jawabku kikuk, bersiap menerima minimal sebuah atau dua buah tamparannya darinya. Biarpun dia laki-laki bencong, tapi tetap saja ia seorang ibu dan seorang ibu tak akan rela anaknya diambil begitu saja bahkan sebelum ia memelihatnya. "Hah... syukurlah, tadinya aku sudah takut ia selamat." Yue cuma menghela napas pelan, menjatuhkan kepalanya ke lenganku dengan kelegaan yang luar biasa. Aku tercengang, menoleh padanya. "Kau tak marah? Si jalang menculiknya bersama dengan Rin." Bertanya-tanya dalam otakku yang genius, apa

