BAB 90 – THE GAME BEGINS Ruangan terasa lebih dingin, bukan karena suhu, tapi karena atmosfer yang kini terbangun. Taruhan yang sedang dimainkan malam ini bukan hanya tentang uang atau kekuasaan—ini lebih dari itu. Marco tetap tenang, jemarinya memainkan sudut amplop hitam itu dengan sikap tak terburu-buru. Ia tidak akan memberikan reaksi sebelum Moretti mengatakan semuanya. Lovania masih menatap lukisan itu. Semakin lama ia memperhatikan, semakin jelas bahwa lambang yang tersembunyi di dalamnya bukanlah kebetulan. Ada sesuatu yang Moretti ingin tunjukkan tanpa harus mengatakannya langsung. Akhirnya, Marco membuka suara. “Jika kau mengharapkan aku untuk berdiri di pihakmu, Moretti, kau tahu itu tidak akan semudah menggeser bidak catur.” Moretti menyeringai. “Kau tidak akan duduk di si

