THE SECRET ROOM

721 Kata

BAB 89 – THE SECRET ROOM Suasana ballroom mulai terasa lebih berat, seperti ada tarikan tak kasat mata yang perlahan menyeret semua pemain ke tempat mereka seharusnya berada. Musik klasik mengalun lebih lirih, hanya menjadi latar bagi bisikan-bisikan ambisi yang terselip di balik gelas sampanye dan senyum penuh tipu daya. Lovania dapat merasakan tatapan-tatapan yang tertuju padanya. Ia tahu, ia sedang dinilai. Marco berdiri di sampingnya, sesekali melirik jam tangannya yang berlapis emas putih Patek Philippe Grand Complications—sebuah isyarat halus bahwa waktu mereka di sini bukan untuk dihabiskan dengan basa-basi. Lalu, seorang pelayan berbaju hitam datang mendekat. Ia menundukkan kepala, menyerahkan sebuah kartu hitam berembos logo Burj Al Arab dengan aksen emas. “Mr. Maxdev, Mr. Mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN