BAB 98 – SHADOWS WHISPER Burj Al Arab – The Secret Room Keheningan yang menggantung di antara mereka terasa seperti medan perang yang dingin. Lovania tetap berdiri di tempatnya, tetapi matanya tidak melepaskan Marco. Seorang pria yang terlalu terbiasa dengan kekuasaan. Terlalu tenang saat dunia di sekelilingnya runtuh. Tetapi justru itulah yang membuatnya semakin berbahaya. “Seseorang yang seharusnya tidak pernah kembali.” Kata-kata Marco menggantung di udara seperti racun yang perlahan meresap. Lovania mendekat. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental—membaca setiap gestur, setiap hembusan napas, setiap perubahan ekspresi sekecil apa pun. “Apa maksudmu?” suaranya rendah, penuh kontrol, tetapi memiliki ketajaman yang sulit diabaikan. Marco tetap diam sejenak, lalu s

