BAB 79 – PERMAINAN DI MEJA ORDO TERTINGGI Gelas anggur masih berputar di tangan mereka, percakapan berlapis makna terus mengalir. Di dunia ini, kata-kata bukan sekadar sarana komunikasi—mereka adalah senjata, perisai, dan kunci menuju d******i. Reginald Langford menatap Marco dengan sorot mata penuh perhitungan. "Kau masih terlalu percaya diri, Maxdev. Dunia bisnis bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang kapan harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan yang lebih besar." Marco menyilangkan kakinya, memandang pria itu dengan ekspresi tenang yang berbahaya. "Pengorbanan hanya dilakukan oleh mereka yang tidak mampu mengontrol permainan." Lucien D’Arcy menyelipkan senyum miring. "Ah, jadi kau pikir kau mengendalikan segalanya?" Lovania menyesap anggurnya sebelum menyahut, su

