BAB 68 – AKHIRNYA DIMULAI Lovania berjalan keluar dari ruangan dengan langkah anggun, meninggalkan aroma parfum mahal yang melekat di udara. Marco menatap punggungnya, senyum samar masih bermain di bibirnya. Wanita itu seperti badai yang sulit ditebak—dingin, namun mengundang, penuh misteri tetapi begitu menantang. Marco menarik napas dalam, lalu mengambil gelas anggurnya. Cairan merah rubi itu berputar dalam genggamannya, seperti refleksi dari permainan yang baru saja dimulai. Ia bukan pria yang mudah terpengaruh, tetapi Lovania Valley? Wanita itu memicu sesuatu yang berbeda dalam dirinya—sebuah keinginan untuk menaklukkan, tetapi juga untuk berkolaborasi. Sementara itu, Lovania melangkah menuju balkon penthouse, menatap kilauan kota Milan di bawahnya. Angin malam menerpa wajahnya, mem

