BAB 69 – TANTANGAN SEORANG MAXDEV Malam semakin larut, tetapi kota Milan tetap berkilauan, seakan tak mengenal lelah. Di penthouse mewahnya, Marco duduk di kursi kulit hitam, satu tangan memegang segelas whiskey mahal, sementara matanya menatap layar laptop yang menyajikan segala informasi tentang Lovania Celeste Valley. Dari silsilah keluarganya yang aristokrat, pencapaiannya dalam dunia seni dan bisnis, hingga detail kecil seperti kebiasaannya mengunjungi butik-butik eksklusif di Paris dan Milan—Marco membacanya dengan ketelitian seorang pria yang selalu ingin mengendalikan situasi. Ia tersenyum kecil. Menarik. Lalu, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar, Marco berbicara dengan nada datar tetapi penuh otoritas. Marco: “Tell me, Vincent. Apa menurutmu dia tipe wanita yang bisa di

