Bahagia Sebentar

1291 Kata

Pagi itu Hugo muncul dengan satu ekspresi yang jarang ia pakai: bersemangat. Bukan bersemangat ala orang hendak liburan, tapi versi pekerja kantoran yang akhirnya bisa bernapas tanpa dibayang-bayangi kata healing. Kemejanya rapi, arloji mahal terpasang, dan senyum kecil yang terlalu optimis untuk hari kerja. “Gue mau sponsorin date kalian nih,” katanya sambil menyeruput kopi. Santai. Seolah itu bukan kalimat mencurigakan. Rowan menoleh, Cahyati berhenti mengunyah nasi kuningnya. “Sponsorin date?” Rowan bertanya, waspada. “Buat kapan?” “Besok yuk!” jawab Hugo. “Kita ke Taman Ria. VIP pass. Kita cobain semua wahana.” “Besok banget nih? Itu weekdays loh,” Rowan mengernyit. “Justru karena weekdays, jadi sepi,” bujuk Hugo. “Nggak dosa kok bolos kerja sehari.” Cahyati terpaku sebentar. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN